Showing posts with label Berita OSDnews. Show all posts
Showing posts with label Berita OSDnews. Show all posts

Friday, December 30, 2011

Masuk Islam, Jessica Iskandar Didukung Keluarga



Jessica Iskandar mendapat dukungan dari keluarga saat berniat menjadi mualaf. Meski lingkungan keluarga banyak beragama di luar Islam, namun Jessica merasa memiliki kebebasan dalam berkeyakinan.

"Keluarga aku, mereka berbagai macam agama, ngebebasin, apa yang kamu percaya kamu jalanin, enaknya ke mana tanggung jawab," ujar Jessica di Jl. Keramat Tajur No. 2 RT.03 RW.04 Desa Pemagarsari Parung, Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/8) malam.

Niat pemain film Coblos Cinta itu pun ditanggapi positif oleh rekan-rekan seprofesinya. Tak sedikit dari sahabatnya yang ingin membantu proses untuk meyakinkan Jessica.

"Teman-teman aku malah senang. Mereka sangat mendukung. Ada yang "Ayo kapan? Sini gua ajarin," terang Jessica.

Anak dari pasangan Hardi Iskandar dan Wulandari itu sengaja memilih agama Islam karena seiring bertambahnya umur ia merasa kurang besyukur.

"Umur bertambah, tapi ilmu agama masih nol. Pengen belajar, selain bisa dinikmati bisa disyukuri juga. Tau kepada siapa berterima kasih, bersyukur," pungkasnya. 

sumber . 

Gadis Gadis Army Yang Tangguh

















sumber

Tuesday, December 27, 2011

Aksi Nekat Anak SMP Ciuman di Stasiun Kereta

Sumber Hebohnya ada disini: Aksi Nekat ABG Ciuman di Stasiun Kereta ~ Ini Heboh http://www.iniheboh.com/2011/12/aksi-nekat-abg-ciuman-di-stasiun-kereta.html#ixzz1ho35idyk


Benar-benar tidak punya malu begitulah kesan saya melihat gambar di atas. Foto itu di sangapore, tampak pasangan muda tersebut berciuman dan berpelukan pada di Choa Chu Kang MRT stasiun. Mereka terlihat seperti tanpa dosa dan tidak menghiraukan orang di sekelilingnya.





Semua orang menatap mereka, tertawa, tapi mereka tidak peduli. Saat ini anak-anak lebih terbuka untuk berciuman di publik. mungkin urat malunya dah putus atao emang bener bener g punya malu.



Apa di masa depan remaja akan melakukan hal-hal yg lebih ekstrem lagi?Ah, tidak ada yang tau yang pasti soal itu. jangan sampe kejadian di atas merajalela apalagi di negara kita ini.[bodrexcaem.blogspot.com] 

Sunday, December 25, 2011

Gila Gan!! Gigi Yang Berharga RP. 510 Juta


Sebuah gigi dari seekor Tyrannosaurus rex dilelang dan laku seharga 56.250 dollar AS (Rp 510 juta).


LOS ANGELES — Berapa harga gigi termahal di dunia? Harganya mencapai 56.250 dollar AS (Rp 510 juta). Pemilik gigi itu adalah seekor Tyrannosaurus rex.


Balai lelang Bonham akhir pekan lalu mengatakan, gigi dinosaurus yang ditemukan pada musim panas lalu di Garfield County itu juga merupakan gigi terbesar yang pernah ditemukan. Dari dasar hingga puncaknya, gigi itu memiliki panjang sekitar 13 sentimeter. 


Sebelum dilelang, diperkirakan harga gigi itu hanya 25.000-30.000 dollar AS (Rp 225 juta-Rp 270 juta). Ternyata gigi itu laku terjual dengan harga tertinggi yang pernah dibayarkan untuk sebuah gigi dari zaman prasejarah. 


Selain gigi, dalam lelang itu juga dilepas sebuah tengkorak harimau lengkap dengan giginya seharga 116.500 dollar AS (sekitar Rp 1,05 miliar). Fosil ini diharapkan laku dengan harga 50.000-60.000 dollar AS (Rp 450 juta-Rp 540 juta). Benda lain, sebuah fosil bunga palma berusia 51 juta tahun, laku seharga 50.000 dollar AS (Rp 450 juta). Wow....
sumber:
 KOMPAS.com

Thursday, December 22, 2011

6 Kekuatan Dahsyat Pada Diri Manusia yang Tidak Boleh Diremehkan

1. Kekuatan Impian (The Power of Dreams) 

Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai.

Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.

2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)

Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti kekuatan dan kelemahan dalam diri, peluang di sekitar kita, sehingga lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya.

Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.

3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)

Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan.

Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita.

Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)

Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan.

Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.

5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)

Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik.

Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.

6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)

Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita.

Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi.

Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya.

Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini.

Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita.

Monday, December 19, 2011

8 Artis Korea yang Mati Muda Bunuh Diri

Sekalipun cantik dan ganteng, terkenal, dan kaya, kebahagian tak diperoleh sejumlah artis Korea berikut ini. Secara ironis, mereka memilih mati muda dengan cara bunuh diri menggunakan gantungan tali ataupun menyayat nadi sendiri. Inilah 8 artis Korea yang mati muda akibat bunuh diri:
Jung Da Bin
Aktris dan penyanyi Jung Da Bin, juga mengakhiri hidupnya dengan tragis. Dia ditemukan bunuh diri di apartemen kekasihnya di Seoul. Jun Da Bin bunuh diri dengan cara gantung diri. Sang pacar menemukan artis ini di kamar mandi dengan handuk melilit di lehernya. Peristiwa itu terjadi pada 10 Februari 2007 silam.
Tak ada catatan yang ditinggalkan artis tersebut. Tetapi, menurut catatannya di blog pribadinya yang ditulis sebelum dia meninggal dunia, Jum Da Bin mengatakan dirinya sedang dilanda depresi. Dan inilah catatan terakhir Jun Da Bin.
“Semuanya sangat lengkap. Saya marah tanpa alasan, dan merasa saya akan menjadi gila. Ini sangat menyakitkan. Saya merasa sakit. Kepala saya sangat sakit dan membuat saya menangis. Saya seperti budak. Saya merasa seperti kehilangan diri saya, kehilangan identitas. Dan di saat yang sama saya mendapatkan teguran. Saya merasa tenang. Tuhan sangat mencintai saya. Tuhan telah membuat saya menjadi penting dan memberikan saya keberanian. Dia mengangkat saya dan berkata saya akan baik-baik saja. Dan saya baik-baik saja.”
Lee Eun Joo
Aktris dan penyanyi Korea ini ditemukan bunuh diri di apartemennya di Bundang, Korea Selatan pada 22 Februari 2005 silam. Yang lebih mengenaskan lagi, artis yang menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 24 tahun ini melakukan bunuh diri setelah beberapa hari dirinya lulus dari Universitas Dankook.
Lee meninggal dengan cara memotong tangannya dan gantung diri. Keluarga menyalahkan penyebab kematian artis cantik itu karena Lee Eun Joo sedang depresi dan mentalnya terganggu. Selama ini, artis itu juga mengalami imsomnia gara-gara melakukan adegan bugil di ‘The Scarlet Letter’.
Sebelum bunuh diri, Lee Eun Joo sempat menuliskan pesan untuk ibunya. Dia menuliskan pesan itu dengan darahnya sendiri. Ini pesan Lee Eun Joo untuk sang ibu. “Mama, saya minta maaf dan saya mencintai kamu. Saya ingin melakukan banyak hal. Meski saya hidup, tetapi saya tak merasa hidup. saya tak mau mengecewakan lagi. Menyenangkan memiliki uang. Saya ingin mempunyai uang banyak,” pesan Lee Eun Joo.
Jenazah Lee dikremasi dan disimpan di sebuah ruangan di Goyang. Ratusan artis dan aktor Korea mengantarkan artis ini ke tempat peristirahatan terakhirnya.
U; Nee
Januari 2007, dunia panggung hiburan Korea kembali harus kehilangan artis kebanggaan mereka. U;Nee yang selama ini dikenal sebagai penyanyi dan aktris ditemukan gantung diri di rumahnya di Seo-Gu, Korea Selatan. Setelah kematian U;Nee, ibunda artis tersebut menggelar konperensi pers di rumah sakit.
Sang ibu mengkonfirmasi U;Nee menderita depresi. Gara-gara itu, U;Nee melarikan diri ke obat-obatan. Dia juga selama ini sangat menderita dengan popularitas yang diraihnya serta masalah pribadi lainnya yang menimpa kehidupan artis tersebut.
Woo Seung Yoon
Berita kematian artis Woo Seung Yoon sangat mengejutkan. Woo Seung Yoon tewas bunuh diri di saat fenomena bunuh diri sedang dibicarakan di Korea. Artis yang menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 24 tahun itu tewas bunuh diri.
Dia ditemukan pada pagi hari di rumahnya dengan kondisi yang mengenaskan. Dia gantung diri di atas lemari rumahnya pada 27 April 2009. Penyebab bunuh diri artis cantik ini dipastikan karena aktris dan penyanyi tersebut menderita depresi yang berkepanjangan.
Salah satu anggota keluarga mengatakan Woo Seung Yoon baru saja selesai menjalani perawatan di rumah sakit karena depresinya tersebut. Tetapi, dia tak sanggup menghadapi kesedihan dan membuat keputusan yang sangat ekstrem.

Jang Ja Yeon
Kematian Jang Ja Yeon sangat menyita perhatian publik Korea Selatan. Maklum saja, artis cantik ini adalah pendatang baru di dunia panggung hiburan negeri Ginseng tersebut. Jang Ja Yeon ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya. Tewasnya Jang Ja Yeon itu menjadi pembicaraan bukan karena kematiannya saja yang sangat mengenaskan. Dia juga membawa beberapa nama orang penting dalam bisnis hiburan negara tersebut yang bertanggung jawab atas keputusannya mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri.
Jang Ja Yeon menulis alasannya bunuh diri karena adanya eksploitasi dan juga pelecehan seksual yang dialaminya selama berkarir di dunia hiburan negara tersebut.
Dalam tujuh catatan yang dibuat artis yang bermain di serial ‘Boys Before Flowers’ sebelum dia menghembuskan napas terakhirnya, menceritakan betapa kejamnya dunia hiburan tanah air. Dia diduga dipaksa menjadi budak seks untuk orang-orang kaya di sana demi memuluskan karirnya sebagai artis.
Jang Ja Yeon dikenal setelah kemunculannya sebagai bintang iklan televisi. Pada saat artis cantik itu meninggal dia sebenarnya sedang menunggu rilis dua filmnya. Hampir tujuh juta fans yang membuka websitenya setelah dua hari artis cantik itu meninggal pada 7 Maret 2009 lalu.
Park Yong Ha
Bintang serial drama Winter Sonata ini mengantung diri dengan kabel camcorder di rumahnya di Seoul pada 30 Juni 2010. Park, 32 tahun, bunuh diri karena frustasi menghadapi kanker perut sang ayah. Dia sangat menyayangi sang ayah dan merasa bersalah atas penyakit yang diderita ayahnya. Park juga yang merawat ayahnya selama sakit, sehingga artis-penyanyi ini istirahat dari kariernya yang tengah bersinar.
Song Ji Seon
Song meninggal pada 23 Mei 2011, setelah terjun dari lantai 19 apartemennya di Seoul. Uniknya, sebelum bunuh diri, presenter ini sempat menulis di twitter-nya, agar polisi bergegas ke tempat tinggalnya tapi ia kemudian menganulir postingan pertamanya. Setelah disediliki, tampaknya Song bunuh diri karena cinta. Dia mengaku punya skandal asmara dengan pemain bisbol profesional, Im Taehoon (23). Namun Im membatahnya dan Song sakit hati. Im Taehoon pun sempat dikecam publik.
Chae Dong Ha
Ini kasus termutakhir, Chae Dong Ha ditemukan gantung diri di kediamannya pada 27 Mei 2011. Mantan personel SG Wannabe ini dikabarkan bunuh diri karena depresi akibat mantan manajernya meninggal dunia dua tahun lalu akibat menghirup gas di sebuah kamar hotel.
Chae Dong Ha telah menulis pesan kepada manajernya, yang berbunyi, “Ini adalah saat yang lebih menarik daripada ciuman pertamaku. Manajer pertamaku. Temanku, dan saudaraku. Pada saat aku bertemu orang itu, aku telah menerima isi seluruh dunia. Pada 9 Juni 2009, ia tidak lagi di sisiku. Setengah hatiku masih hilang. Masih. ‘Hyung, Anda harus bahagia, oke? Janji padaku bahwa Anda akan bahagia …’”

Read more: http://jempol-jempolan.blogspot.com/2011/07/8-artis-korea-yang-mati-muda-bunuh-diri.html#ixzz1h25rjISd

Sunday, December 11, 2011

Ekspresi Wajah Anak Miskin (pics)






















































Ketika mereka menginginkan apa yang mereka tidak mampu

















DAN ANAK-ANAK PALESTINA…













Anak Palestina menyaksikan detik-detik kematian ibunya…










Wasiat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Kepada Abu Dzar Al-Ghifari

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ قَالَ: أَوْصَانِيْ خَلِيْلِي بِسَبْعٍ : بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنِّي وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوقِيْ، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِيْ وَإِنْ جَفَانِيْ، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ، وَلاَ تَأْخُذْنِيْ فِي اللهِ لَوْمَةُ لاَئِمٍ، وَأَنْ لاَ أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا.

Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu , ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku, (4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), (5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, (6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan (7) beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia”.

TAKHRIJ HADITS
Hadits ini shahîh. Diriwayatkan oleh imam-imam ahlul-hadits, di antaranya:
1. Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/159).
2. Imam ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul-Kabîr (II/156, no. 1649), dan lafazh hadits ini miliknya.
3. Imam Ibnu Hibban dalam Shahîh-nya (no. 2041-al-Mawârid).
4. Imam Abu Nu’aim dalam Hilyatu- Auliyâ` (I/214, no. 521).
5. Imam al-Baihaqi dalam as-Sunanul-Kubra (X/91).

Dishahîhkan oleh Syaikh al-‘Allamah al-Imam al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albâni rahimahullah dalam Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah (no. 2166).

FIQIH HADITS (1) : MENCINTAI ORANG-ORANG MISKIN DAN DEKAT DENGAN MEREKA

Wasiat yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tujukan untuk Abu Dzar ini, pada hakikatnya adalah wasiat untuk ummat Islam secara umum. Dalam hadits ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepada Abu Dzar agar mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka. Kita sebagai ummat Islam hendaknya menyadari bahwa nasihat beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini tertuju juga kepada kita semua.

Orang-orang miskin yang dimaksud, adalah mereka yang hidupnya tidak berkecukupan, tidak punya kepandaian untuk mencukupi kebutuhannya, dan mereka tidak mau meminta-minta kepada manusia. Pengertian ini sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

لَيْسَ الْمِسْكِيْنُ بِهَذَا الطَّوَّافِ الَّذِي يَطُوْفُ عَلَى النَّاسِ، فَتَرُدُّهُ اللُّقْمَةُ وَاللُّقْمَتَانِ وَالتَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ. قَالُوْا : فَمَا الْمِسْكِيْنُ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِيْ لاَ يَجِدُ غِنًى يُغْنِيْهِ وَلاَ يُفْطَنُ لَهُ فَيُتَصَدَّقَ عَلَيْهِ، وَلاَ يَسْأَلُ النَّاسَ شَيْئًا.

“Orang miskin itu bukanlah mereka yang berkeliling meminta-minta kepada orang lain agar diberikan sesuap dan dua suap makanan dan satu-dua butir kurma.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, (kalau begitu) siapa yang dimaksud orang miskin itu?” Beliau menjawab,”Mereka ialah orang yang hidupnya tidak berkecukupan, dan dia tidak mempunyai kepandaian untuk itu, lalu dia diberi shadaqah (zakat), dan mereka tidak mau meminta-minta sesuatu pun kepada orang lain.”[1]

Islam menganjurkan umatnya berlaku tawadhu` terhadap orang-orang miskin, duduk bersama mereka, menolong mereka, serta bersabar bersama mereka.

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkumpul bersama orang-orang miskin, datanglah beberapa pemuka Quraisy hendak berbicara dengan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi mereka enggan duduk bersama dengan orang-orang miskin itu, lalu mereka menyuruh beliau agar mengusir orang-orang fakir dan miskin yang berada bersama beliau. Maka masuklah dalam hati beliau keinginan untuk mengusir mereka, dan ini terjadi dengan kehendak Allah Ta’ala. Lalu turunlah ayat:

“Janganlah engkau mengusir orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan petang hari, mereka mengharapkan wajah-Nya”. [al-An’âm/6:52].[2]

Mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, yaitu dengan membantu dan menolong mereka, bukan sekedar dekat dengan mereka. Apa yang ada pada kita, kita berikan kepada mereka karena kita akan diberikan kemudahan oleh Allah Ta’ala dalam setiap urusan, dihilangkan kesusahan pada hari Kiamat, dan memperoleh ganjaran yang besar.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ…

“Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan akhirat… ” [3]

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

السَّاعِى عَلَى اْلأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِيْنِ كَالْمُجَاهِدِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ –وَأَحْسِبُهُ قَالَ-: وَكَالْقَائِمِ لاَ يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لاَ يُفْطِرُ.

“Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang berjihad fii sabiilillaah.” –Saya (perawi) kira beliau bersabda-, “Dan bagaikan orang yang shalat tanpa merasa bosan serta bagaikan orang yang berpuasa terus-menerus”.[4]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berkumpul bersama orang-orang miskin, sampai-sampai beliau berdo’a kepada Allah agar dihidupkan dengan tawadhu’, akan tetapi beliau mengucapkannya dengan kata “miskin”.

اَللَّهُمَّ أَحْيِنِيْ مِسْكِيْنًا وَأَمِتْنِيْ مِسْكِيْنًا وَاحْشُرْنِيْ فِيْ زُمْرَةِ الْمَسَاكِيْنِ.

“Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku bersama rombongan orang-orang miskin”.[5]

Ini adalah doa dari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar Allah Ta’ala memberikan sifat tawadhu` dan rendah hati, serta agar tidak termasuk orang-orang yang sombong lagi zhalim maupun orang-orang kaya yang melampaui batas. Makna hadits ini bukanlah meminta agar beliau menjadi orang miskin, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Atsir rahimahullah, bahwa kata “miskin” dalam hadits di atas adalah tawadhu [6]. Sebab, di dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari kefakiran.[7]

Beliau berdoa seperti ini, karena beliau mengetahui bahwa orang-orang miskin akan memasuki surga lebih dahulu daripada orang-orang kaya. Tenggang waktu antara masuknya orang-orang miskin ke dalam surga sebelum orang kaya dari kalangan kaum Muslimin adalah setengah hari, yaitu lima ratus tahun.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُسْلِمِيْنَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِنِصْفِ يَوْمٍ وَهُوَ خَمْسُ مِائَةِ عَامٍ.

“Orang-orang faqir kaum Muslimin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya (dari kalangan kaum Muslimin) selama setengah hari, yaitu lima ratus tahun”. [8]

Orang–orang miskin yang masuk surga ini, adalah mereka yang taat kepada Allah, mentauhidkan-Nya dan menjauhi perbuatan syirik, menjalankan Sunnah dan menjauhi perbuatan bid’ah, menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sebab terlambatnya orang-orang kaya memasuki surga selama lima ratus tahun, adalah karena semua harta mereka akan dihitung dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala.

Dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a agar mencintai orang-orang miskin. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِيْنِ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِيْ وَتَرْحَمَنِيْ، وَإِذََا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفَّنِيْ غََيْرَ مَفْتُوْنٍ، وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِيْ إِلَى حُبِّكَ.

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar aku dapat melakukan perbuatan-perbuatan baik, meninggalkan perbuatan munkar, mencintai orang miskin, dan agar Engkau mengampuni dan menyayangiku. Jika Engkau hendak menimpakan suatu fitnah (malapetaka) pada suatu kaum, maka wafatkanlah aku dalam keadaan tidak terkena fitnah itu. Dan aku memohon kepada-Mu rasa cinta kepada-Mu, rasa cinta kepada orang-orang yang mencintaimu, dan rasa cinta kepada segala perbuatan yang mendekatkanku untuk mencintai-Mu”. [9]

Selain itu, dengan menolong orang-orang miskin dan lemah, kita akan memperoleh rezeki dan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ.

“Kalian hanyalah mendapat pertolongan dan rezeki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari kalangan kalian”.[10]

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذَهِ اْلأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا: بِدَعْوَتِهِمْ، وَصَلاَتِهِمْ، وَإِخْلاَصِهِمْ.

“Sesungguhnya Allah menolong ummat ini dengan sebab orang-orang lemah mereka di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka”.[11]

PENUTUP
Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat untuk penulis dan para pembaca, dan wasiat Rasulullah ini dapat kita laksanakan dengan ikhlas karena Allah Ta’ala. Mudah-mudahan shalawat dan salam tetap tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada kelurga dan para sahabat beliau.

Akhir seruan kami, segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi Ramadhan (06-07)/Tahun XI/1428H/2007M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
________
Footnotes
[1]. Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1039 (101)), Abu Dawud (no. 1631), dan an-Nasâ`i (V/85). Dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu.
[2]. Lihat Shahîh Muslim (no. 2413), Sunan Ibni Majah (no. 4128), dan Tafsîr Ibni Katsir (III/90).
[3]. Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2699), Ahmad (II/252, 325), Abu Dawud (no. 3643), at-Tirmidzi (no. 2646), Ibnu Majah (no. 225), dan Ibnu Hibban (no. 78 dalam al-Mawârid). Dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu
[4]. Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5353, 6006, 6007) dan Muslim (no. 2982), dari Sahabat Abu Hurairah. Lafazh ini milik Muslim.
[5]. Hadits hasan. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 4126), ‘Abd bin Humaid dalam al-Muntakhab (no. 1000), dan selain keduanya. Lihat Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah (no. 308) dan Irwâ`ul Ghalîl (no. 861).
[6]. Lihat an-Nihâyah fî Gharîbil-Hadîts (II/385) oleh Imam Ibnul-Atsir rahimahullah .
[7]. HR an-Nasâ`i (VIII/265, 268) dan al-Hakim (I/531).
[8]. Hadits hasan shahîh. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 2353, 2354) dan Ibnu Majah (no. 4122), dari Abu Hurairah rahimahullah. Lihat Shahîh Sunan at-Tirmidzi (II/276, no. 1919).
[9]. Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh Ahmad (V/243), lafazh ini miliknya, at-Tirmidzi (no. 3235), dan al-Hakim (I/521), dan dihasankan oleh at-Tirmidzi. At-Tirmidzi berkata,”Aku pernah bertanya kepada Muhammad bin Isma’il –yakni Imam al-Bukhari- maka ia menjawab, ‘Hadits ini hasan shahîh’.” Dari Sahabat Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu. Di akhir hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّهَا حَقٌّ، فَادْرُسُوْهَا وَتَعَلَّمُوْهَا.
Sesungguhnya ia (doa tersebut) merupakan hal yang benar, maka pelajari (hafalkan), dan perdalamlah.
[10]. Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 2896) dari Sahabat Mush’ab bin Sa’d Radhiyallahu ‘anhu.
[11]. Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh an-Nasâ`i (VI/45) dari Sahabat Mush’ab bin Sa’d Radhiyallahu ‘anhu. Lihat Shahîh Sunan an-Nasâ`i (II/669, no. 2978).

sumber