Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Thursday, December 1, 2011

Beredar Foto Panas yang Bugil Artis Indonesia di Pantai

Ini adalah info terhangat,sekaligus paling geger!!Ane harap agan menyiapkan mental dengan baik sebelum melihat kumpulan foto panas berikut ini.



Spoiler Untuk lihat Script:
















Ane harap agan gak muntah..

Monday, March 7, 2011

Pertamina: 46% Kebutuhan Premium Masih Impor



OSDnews - PT Pertamina menyatakan masih mengimpor Premium dan Pertamax masing-masing 10,28 juta kiloliter dan 4,23 juta kiloliter. Pasalnya, produksi bensin beroktan 88 dan 92 dari kilang dalam negeri belum mencukupi kebutuhan.

Direktur Utama Karen Agustiawan menyatakan, total konsumsi Premium tahun ini dari dalam negeri diperkirakan hanya 20,86 juta kiloliter. "Jadi, 46 persen masih impor," katanya pada rapat dengar pendapat di Komisi VII DPR RI, Senin, 7 Maret 2011.

Adapun kebutuhan Pertamax dalam negeri mencapai 4,69 juta kiloliter. Sebanyak 4,23 juta kiloliter di antaranya harus diimpor.

Karen menambahkan, peningkatan kapasitas kilang dalam negeri yang rencananya selesai pada kuartal II 2013 akan menaikkan produksi Premium dan Pertamax. "Biayanya US$2,5 juta, dengan asumsi Rp10 ribu per dolar, biaya investasi mencapai Rp25 triliun," katanya.

Pada 2014, produksi Pertamax akan naik menjadi 4,47 juta kiloliter dan Premium menjadi 12,31 juta kiloliter. Puncak produksi Pertamax akan mencapai 8,36 juta kiloliter dan Premium menjadi 13,14 juta kiloliter pada 2017.

Karen mengatakan, konsumsi Premium terbesar adalah kendaraan pribadi dengan prosentase 46 persen, lalu disusul sepeda motor sebanyak 39 persen, dan kendaraan umum 15 persen.

Karen juga mengatakan bahwa konsumsi BBM melonjak tajam pada 2006 hingga 2010. Pada periode itu, konsumsi Premium meningkat 22,92 persen. "Peningkatan konsumsi kurang lebih 8 persen setiap tahun," katanya. Demikian juga dengan solar, konsumsinya juga melonjak 12,95 persen.

Penurunan konsumsi hanya terjadi pada minyak tanah yaitu -2,35 persen. "Konsumsi minyak tanah berkurang sejalan dengan program konversi minyak tanah ke elpiji," katanya. (Laporan: Heronimus Ronito | kd)

  • OSDnews

Sunday, March 6, 2011

Pembenahan BUMN Syarat Gerindra ke Kabinet


Direksi bank-bank BUMN di Istana Presiden (Istana Presiden)

OSDnews - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tidak menampik adanya tawaran masuk kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dari kubu Partai Demokrat dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, tidak lantas Gerindra menerima tawaran tersebut. 

Ada syarat mutlak yang diajukan Partai Gerindra kepada pemerintahan SBY-Boediono jika ingin merangkulnya. Dua syarat itu adalah mengefektifkan perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan menjamin kemandirian pangan.

Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi, menuturkan, jika dua syarat itu diterima, partainya akan segera membenahi BUMN menjadi lebih efektif.
"Supaya bisa efektif, BUMN jangan gampang dilepas. Kami akan merenegosiasikan BUMN," ujar Suhardi saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Sabtu, 5 Maret 2011.

Dia menambahkan, BUMN harus menjamin hajat hidup orang banyak. Dengan demikian, pemerintah seharusnya berpikir seribu kali untuk memprivatisasi BUMN yang mengurusi hajat hidup orang banyak.
Selain itu, BUMN, Suhardi melanjutkan, harus memberikan keuntungan kepada rakyat dan memberikan keuntungan kepada negara.

Dia melihat, selama ini, banyak BUMN yang ada tidak dapat dinikmati rakyat dan lebih banyak merugikan negara. "Kami tidak ingin negara bangkrut karena ketidakadilan. Kami harus negosiasi ulang. Kalau yang tidak adil, sebaiknya dikelola lebih optimal," katanya.
Namun, BUMN apa saja yang dinilai tidak menguntungkan rakyat, Suhardi enggan menjawabnya.

Suhardi melanjutkan, kemandirian pangan dan keberpihakan pada petani juga sangat penting bagi Gerindra. Selama ini, kebijakan pemerintah banyak yang tidak berpihak pada petani. Kebijakan bebas bea cukai bagi 57 komoditas luar negeri, membuat ketidakadilan bagi para petani.

Kesejahteraan petani juga diabaikan oleh pemerintah. "Kami ini orang kota, cuma bisa makan, tidur. Semua makanan berasal dari desa, dari petani. Bagaimana petani mau makmur," tuturnya.
Untuk itu, jika jadi bergabung di kabinet Presiden SBY, Suhardi meminta dua sektor penting itu akan menjadi prioritas Gerindra agar diperbaiki. "Andaikata jadi, maka persyaratan-persyaratan itu harus diprioritaskan," ujarnya. (art)

Sumber:VIVAnews.com
  • OSDnews

Saturday, March 5, 2011

Hingga Juni, Biaya Tambah Listrik Gratis


Pembayaran Tagihan LIstrik di 'Drive Thru' PLN
 (Antara/ Akbar Nugroho Gumay)
Ada Yang Unik - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai awal Maret hingga Juni 2011 menawarkan layanan gratis tambah daya listrik bagi masyarakat yang ingin menaikkan daya listrik dari 450 watt dan 900 watt menjadi 1.300 watt dan 2.200 watt.

"Kini PLN menggratiskan biaya tambah daya itu," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto dalam keterangan pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, Minggu, 6 Februari 2011.

Bambang menyatakan jika selama ini PLN memprioritaskan pelayanan penyambungan baru bagi peminta listrik yang sudah menunggu lama, kini giliran perusahaan memberikan kenyamanan bagi pelanggan 450 watt dan 900 wattt untuk bisa menaikan daya listriknya.

Dengan program gratis penambahan daya tersebut, PLN berharap masyarakat yang selama ini seringkali mengalami padam listrik akibat daya lebih rendah dari kebutuhan akan terbantu.

Diakui PLN, selama ini penambahan daya listrik memang relatif mahal. Sebagai catatan, masyarakat ingin menambah daya dari 900 watt menuju 1300 watt, harus mengeluarkan biaya Rp300 ribu. Sedangkan untuk menaikan daya menjadi 2.200 watt diperlukan biaya Rp975 ribu.

Kendati menggratiskan biaya penambahan daya listrik, PLN mengaku pendapatan perusahaan tidak akan berkurang. Sebab, penambahan daya listrik otomatis akan menambah pendapatan perusahaan dari para pelanggan. "Harga listrik 1300 watt atau 2200 watt lebih tinggi dibanding 450 watt atau 900 watt," kata Bambang.

Lebih jauh, peningkatan pelanggan dengan daya listrik lebih besar akan berdampak pada berkurangnya subsidi listrik yang diberikan pemerintah.

PLN memperkirakan pelanggan daya 450 watt dan 900 watt yang masing-masing berjumlah 1 juta pelanggan, akan akan memanfaatkan kesempatan emas ini demi kenyamanan pemakaian listrik dan sekaligus berkontribusi membantu keuangan negara. Permintaan terbesar kemungkinan berasal dari pelanggan di Pulau Jawa. (kd)
• OSDnews