Showing posts with label Fauna. Show all posts
Showing posts with label Fauna. Show all posts

Sunday, February 19, 2012

10 Ulat Bulu Paling Beracun

Masih ingat hama ulat bulu yang menyerang beberapa daerah di Indonesia – khususnya Pulau Jawa?

Ulat bulu memang paling dihindari oleh manusia, selain beberapa jenis bisa membuat badan gatal-gatal, juga menjadi hama bagi tanaman produksi. Ulat bulu mana saja yang masuk kategori berbahaya? Berikut daftarnya:


1. The Saddleback Caterpillar




Ulat yang cantik, tapi hati-hati jika terkena racunnya bisa menimbulkan gejala pembengkakan, rasa mual dan ruam selama berhari-hari. Ulat ini tergolong rakus dan memakan segala jenis tanaman. Terdapat di taman, pot bunga, kebun dll


2. The Cinnabar Moth Caterpillar



Tergolong ulat yang rakus, tetapi jika dia kehabisan bahan makanan maka yg terjadi adalah saling kanibalisme antara sesama ulat.

Untuk mempertahankan hidup ulat ini dibekali senjata racun yang cukup mematikan bagi mangsanya. Kalau tersentuh manusia maka racun tersebut membuat kita gatal dan ruam sekujur tubuh


3. The Monarch Caterpillar



Penampilannya lucu, berwarna kuning bergaris hitam dan putih. Jika ulat ini sudah menetas, tidak terlihat secara kasat mata karena ukurannya begitu kecil.

Ulat ini tumbuh sangat cepat, ia memiliki panjang rata-rata 2 inch (sekitar 5 cm). Jika sudah menjadi kupu-kupu, Monarch Caterpillar sangat cantik dan indah


4. The Gypsy Moth Caterpillar



Ciri khas dari jenis ulat ini adalah memiliki bulu yang banyak di kepalanya, dan uniknya di badan ulat tersebut hanya sedikit ditumbuhi rambut. Rambut tersebut dapat menyebabkan nyeri dan dermatitis bagi orang yang bersentuhan.

Mereka sangat menyukai beberapa jenis daun yaitu mapple, pohon elm dan ek. Ulat ini bisa juga menyebabkan pohon menjadi mati


5. The Bag Shelter Caterpillar



Diantara semua jenis ulat lainnya, ulat ini sangat beracun dan berbahaya ,bisa mengakibatkan kematian pada manusia. Gejala awal sesak napas dan ruam disekujur tubuh. Ulat ini memakan daun, dan keluar pada malam hari.


6. The Puss Caterpillar



Lihat videonya:



Ulat paling beracun di Amerika Utara adalah Slug Caterpillar Puss atau Woolly. Jangan tertipu oleh penampilan bola berbulu yang kapas karena akan melepaskan asam pada apa pun yang menyentuh dan sarat dengan duri beracun di seluruh tubuhnya. Gejala dari sengatan bisa bertahan beberapa hari dan termasuk sakit kepala, mual dan muntah. Terdapat di pohon jeruk, elm dan ek.


7. The Stinging Rose Caterpillar



Panjangnya kurang dari satu inci. Spesies ini memiliki bulu-bulu berduri dengan kelenjar racun. Bila menyentuh bulu berduri tersebut, maka racunnya langsung masuk tubuh dan menyebabkan ruam kulit serta reaksi hipersensitif. Ulat ini dapat ditemukan pada tanaman berkayu seperti dogwood, maple, oak, cherry, apel, poplar dan hickory.



8. The Hickory Tussock Caterpillar



Racun dari ulat bulu jenis ini berlangsung ketika terjadi kontak dengan rambut atau duri dan menyebabkan ruam kulit atau hipersensitivitas.

Hickory Tussock umumnya terlihat dari bulan Juni sampai September dan dapat ditemukan di Kanada bagian selatan atau Amerika Utara.


9. The Io Moth Caterpillar



Dua jenis racun yang dilepaskan dari punggung ulat jenis ini mengakibatkan rasa terbakar dan peradangan. Mereka memakan banyak pohon dan semak-semak termasuk willow, mapel, elm, oak, holly, aspen, belalang, ceri, pir dan sassafras.

Spesies ini dapat ditemukan di alam terbuka, padang rumput hutan dan ladang jagung dari Februari hingga September.



10. The Spinny Oak Slug Caterpillar



Ulat ini warnanya indah dan memiliki panjang kurang satu inch. Racun yang dikeluarkan oleh duri dapat menyebabkan reaksi yang parah. Ulat ini suka makan kurma, willow, abu, oak, hackberry dan kastanye bersama dengan pohon-pohon lain dan tanaman berkayu yang lebih kecil.

Spesies ini dapat ditemukan di hutan dari selatan Quebec untuk Maine dan selatan melalui Missouri, Texas dan Florida.


Source : http://kaskusmaniak.wordpress.com - referensi: http://www.lembaga.us
Reference: http://haxims.blogspot.com/2012/02/10-ulat-bulu-paling-beracun.html#ixzz1msKE2SD6

Tuesday, January 31, 2012

10 Mahluk yang Bersenjatakan Duri Beracun

1. Kalajengking


Kalajengking adalah sekelompok hewan beruas dengan delapan kaki (oktopoda) yang termasuk dalam ordo Scorpiones dalam kelas Arachnida. Kalajengking masih berkerabat dengan ketonggeng, laba-laba, tungau, dan caplak. Ada sekitar 2000 jenis kalajengking. Tubuh kalajengking dibagi menjadi dua segmen: cephalothorax dan abdomen. Abdomen terdiri dari mesosoma. Semua spesies kalajengking memiliki bisa. Pada umumnya, bisa kalajengking termasuk sebagai neurotoksin (racun saraf). Suatu pengecualian adalah Hemiscorpius lepturus yang memiliki bisa sitotoksik (racun sel). Neurotoksin terdiri dari protein kecil dan juga natrium dan kalium, yang berguna untuk mengganggu transmisi saraf sang korban. Kalajengking menggunakan bisanya untuk membunuh atau melumpuhkan mangsa mereka agar mudah dimakan.

2. Kelabang / Lipan


Kelabang atau Lipan (bahasa Inggris: centipede) merupakan hewan arthropoda yang tergolong dari kelas Chilopoda dan upafilum Myriapoda. Kelabang adalah hewan metameric yang memiliki sepasang kaki di setiap ruas tubuhnya. Hewan ini termasuk hewan yang berbisa, dan termasuk hewan nokturnal.

3. Ulat Bulu


Ulat adalah tahap larva dari spesies dalam ordo Lepidoptera, yang mencakup kupu-kupu dan ngengat. Kebanyakan adalah pemakan tumbuhan walaupun beberapa spesies merupakan pemakan serangga. Kebanyakan ulat dianggap sebagai hama dalam pertanian. Banyak spesies ngengat dikenal karena tahap ulatnya menyebabkan kerusakan pada buah dan produk pertanian lainnya.



1. Kepala 2. Dada 3. Perut 4. Spirakulum 5. Kait anal 6. Tungkai perut (abdominal) 7. Segmen 8. Tungkai dada (thoracis) 9. Antena

Kebanyakan ulat memiliki badan panjang dan berbentuk gilig (silinder). Ulat memiliki tiga pasang tungkai yang sejati pada tiga segmen dada, ditambah dengan empat pasang tungkai semu yang disebut tungkai perut pada segmen tengah perut dan sering sepasang tungkai perut pada segmen perut terakhir. Ulat mempunyai sepuluh segmen perut

4. tawon pinggang benang (Thread - waisted wasp) Gambar dari Ammophila benang-berpinggang tawon waspThe Ammophila benang-berpinggang adalah tawon panjang, hitam dan merah-oranye dengan pinggang tipis, atau pedisel, menghubungkan perut dan dada, dan kaki belakang yang panjang. Desain tubuh menyerupai sebuah helikopter Sikorsky Skycrane, sebuah adaptasi memiliki tujuan praktis - ini tawon soliter adalah pemburu ulat, dirancang untuk membawa banyak ulat untuk memberi makan keturunannya. Ini terlihat mirip dengan tawon cutworm Podalonia laki-laki.

Spesies ini soliter tawon lebih suka ulat berbulu untuk memberi makan larva. Ini sengatan mangsa untuk melumpuhkan itu, sehingga makanan tetap segar namun tidak merangkak pergi. Tawon akan terbang mangsanya amobil terhadap sarang tanah dangkal, berbaring telur di atasnya dan menutup lubang. Tawon mungkin memiliki beberapa lubang sarang, dan mengingat lokasi mereka, dapat kembali kembali terbuka dan ketentuan mereka dengan lebih banyak makanan. Its keturunan menetas, mengkonsumsi host untuk minggu sebelum melahap dan membunuh mereka, dan pupates bawah tanah sebelum muncul di pertengahan hingga akhir musim panas sebagai orang dewasa tunggal.

Tawon dewasa memakan nektar bunga. Tawon membayangkan kira-kira dua inci panjang dan ditemukan makan pada nektar bunga rabbitbrush. Mulai di seluruh Amerika Serikat dan Kanada bagian selatan, lebih suka mendiami daerah terbuka.

5. katak panah beracun


Tidak seperti kebanyakan katak lainnya, spesies yang aktif di siang hari, dan sering menunjukkan tubuh berwarna cerah. Walaupun semua dendrobatids setidaknya agak beracun di alam liar, tingkat toksisitas bervariasi dari satu spesies ke berikutnya, dan dari satu populasi yang lain. Banyak spesies yang kritis dan terancam punah. Amfibi ini sering disebut katak panah oleh pribumi indian akibat penggunaan sekresi beracun mereka untuk meracuni ujung panahnya.



Sebagian besar katak berjenis ini mempunyai ukuran tubuh sebesar 1,2 cm untuk katak dewasa, meskipun terdapat katak yang berukuran hingga 6 cm. Ukuran rata-rata berat mereka sekitar 2 gram. Katak ini selain berwarna cerah juga menampilkan pola aposematik untuk memperingatkan pemangsa potensial. warna terang mereka berhubungan dengan mereka dan tingkat toksisitas alkaloid. Katak seperti yang spesies Dendrobates memiliki tingkat alkaloid

6. Tarantula


Tarantula '(seperti istilah yang digunakan di Amerika Utara) terdiri dari sekelompok berbulu dan sering sangat besar arakhnida milik keluarga Theraphosidae, dimana sekitar 900 spesies yang telah diidentifikasi. Beberapa anggota dari subordo sama juga dapat disebut "tarantula" dalam bahasa umum. Artikel ini akan membatasi diri kepada anggota menjelaskan dari Theraphosidae. Brasil tarantula dalam menyerang posisi

Beberapa genera tarantula berburu mangsa terutama di pohon; berburu orang lain pada atau dekat tanah. Semua tarantula dapat menghasilkan sutra-sedangkan spesies arboreal biasanya akan berada dalam sebuah "tenda tabung" sutra, spesies darat akan berbaris liang mereka dengan sutra untuk menstabilkan dinding liang dan memfasilitasi memanjat naik dan turun. Tarantula umumnya memakan serangga dan arthropoda lainnya, menggunakan penyergapan sebagai metode utama mereka menangkap mangsa. Tarantula terbesar yang bisa membunuh hewan besar seperti kadal, tikus, dan burung. Tarantula ditemukan di daerah tropis dan gurun di seluruh dunia. Kebanyakan tarantula berbahaya bagi manusia, dan beberapa jenis yang populer dalam perdagangan hewan peliharaan eksotis. Semua tarantula yang berbisa, tetapi hanya beberapa spesies memiliki racun bahwa, meskipun tidak diketahui pernah menghasilkan korban jiwa manusia, dapat menghasilkan ketidaknyamanan ekstrim selama beberapa hari.

7. ubur - ubur kotak


Box Jellyfish / Stinger / Sea Wasp / Fire Medusa / Indringa (Ubur-ubur kotak) Species – Chironex Fleckeri Ubur-ubur kotak berbentuk transparan biru muda, lonceng atau kubus dengan 4 sisi. Kecepatannya hingga 4 knot. Panjang tiap sisi 20cm (1-3 feet), diameter badan 2-40 cm (1-16 inch) namun ada yang hingga 2m (6.5 feet). Dengan 15 tentakel di tiap sudut, dengan panjang hingga 3m, hingga 5000 nematocyst (sel sengat). Seperti cnidarian lainnya, ubur-ubur memiliki sel-sel sengat (cnidocyte) yang berisi nematocyst di tentakel. Suatu kapsul (nematocyst) dalam alat bisa (cnidoblast) terdiri dari struktur pemicu dan penyengat. Saat korban bersentuhan dengan tentakel, ratusan hingga ribuan nematocyst dikeluarkan. Tekanan nematocyst memaksa sengatan menyebar cepat, toksin yang melumpuhkan. Bisa (venomous) Tak ada peluang selamat dari sengatan bisa kecuali cepat ditangani. Rasa sangat sakit hingga anaphylactic shock dan tenggelam sebelum mencapai pantai meskipun belum semua bisa bekerja. Orang yang disengat harus dirawat seperti korban gigitan ular dan segera dibawa ke rumah sakit setelah pertolongan pertama. Sengatan sangat beracun yang dapat menyebabkan kematian. Predator sangat beracun. Dikenal juga sebagai penyengat laut, ubur-ubur seukuran mangkuk salad ini dapat memiliki 60 tentakel sepanjang 15 kaki, dan tiap-tiap tentakel dapat memiliki 5000 sel sengat di epidermis, dan memiliki cukup racun untuk membunuh 60 manusia. Jadi total 3600 orang bisa mati oleh seekor ubur-ubur. Toksin berupa dosis mematikan LD50 (Lethal Dose), berupa bisa 40 microgram/kg. Bahkan sengatan biasa dapat menyebabkan kematian dalam beberapa menit dengan angka kematian 20% terjadi gagal napas, lumpuh neuromuscular, dan gagal cardiovascular. Gejalanya rasa terbakar, kulit memerah, dan bengkak kelenjar limpa. Reaksinya sulit bernafas bahkan gagal jantung.

8. Kumbang pengebom


Kumbang pengebom merupakan salah satu serangga populer karena menggunakan metode kimiawi untuk melindungi diri dari musuh-musuhnya. Pada keadaan bahaya, serangga ini menyemprotkan hidrogen peroksida dan hidroquinon yang tersimpan di tubuhnya ke arah musuh untuk melindungi diri. Sebelum bertempur, susunan-susunan istimewa yang disebut cuping pengeluar membuat campuran pekat kedua zat kimia ini. Campuran ini disimpan di ruang terpisah yang disebut ruang penyimpanan. Ruang ini dihubungkan dengan ruang kedua yang disebut ruang peledakan. Kedua ruang ini dijaga agar terpisah satu sama lain dengan otot sfingter. Ketika serangga ini merasakan bahaya, otot-otot yang mengelilingi ruang penyimpanan berkontraksi seraya mengendurkan otot sfingter, sehingga zat kimia di ruang penyimpanan mengalir ke ruang peledakan. Sejumlah besar panas diluncurkan dan terjadilah penguapan. Uap dan gas oksigen luncuran ini menggunakan tekanan pada dinding-dinding ruang peledakan dan zat kimianya disemprotkan ke arah musuh melalui suatu saluran yang mengarah keluar dari tubuh kumbang tersebut.

9. Jamur beracun


Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap berkhasiat obat, seperti jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau champignon (Agaricus campestris), dan jamur shiitake (Lentinus edulis). Jamur yang beracun contohnya adalah Amanita muscaria, dan jamur yang dikenal sebagai "destroying angel".

Ciri-ciri Jamur Beracun
(a) Jenis jamur beracun pada umumnya mempunyai warna yang mencolok: merah-darah, hitam-legam, biru-tua, ataupun warna-warna lainnya. Walaupun ada pula jenis jamur beracun yang mempunyai warna terang (kuning muda) atau putih, dan jamur yang dapat dimakan berwarna gelap, misal coklat-tua.

(b) Jenis jamur beracun dapat menghasilkan bau yang menusuk hidung, seperti bau telur busuk ataupun bau ammoniak.

(c) Jenis jamur beracun mempunyai cincin atau cawan. Walaupun ada yang sebaliknya, seperti jamur-merang mempunyai cawan dan jamur kompos mempunyai cincin, tetapi tidak beracun.

(d) Jenis jamur beracun umumnya tumbuh pada tempat yang kotor: tempat pembuangan sampah, kotoran kandang, dan sebagainya. Walaupun untuk penanaman dan pemeliharaan jamur kompos justru dipakai kotoran kandang/kotoran kuda.

(e) Kalau jenis jamur beracun dikerat oleh pisau yang terbuat dari perak, atau dikerat oleh pisau biasa kemudian benda perak didekatkan kepada keratan tadi, maka pada benda perak terbentuk warna hitam atau biru, itu menandakan bahwa jamur tersebut beracun.

(f) Jenis jamur beracun cepat sekali berubah warna, misal dari putih ke warna gelap, kalau dimasak atau dipanaskan.

(g) Ada kebiasaan yang turun-temurun di antara petani di desa untuk menentukan apakah jamur beracun atau tidak, dengan jalan memepes jamur bersama nasi putih. Kalau kemudian warna nasi berubah menjadi warna gelap, menandakan bahwa jamur termasuk jenis beracun.

(h) Di banyak negara Eropa dan Amerika, banyak "pemburu jamur" yang sengaja membawa babi terlatih untuk membedakan jenis beracun dan tidak.

10. Anemon laut


Bentuk tubuh anemon seperti bunga,sehingga juga disebut mawar laut. Lipatan yang bundar diantara badan dan keping mulut membagi binatang ini kedalam kapitulum di bagian atas dan scapus bagian bawah. Di antara lengkungan seperti leher (collar) dan dasar dari kapitulum terdapat "fossa". Keping mulut bentuknya datar, melingkar, kadang-kadang mengkerut, dan dilengkapi dengan tentakel kecuali pada jenis Limnactinia, keping mulut tidak dilengkapi dengan tentakel. Beberapa anemon laut dapat bergerak seperti siput, bergerak secara perlahan dengan cara menempel. .Sebagian besar anemon laut memiliki sel penyengat yang berguna untuk melindungi dirinya dari predator


 
 

Sunday, January 29, 2012

9 Hewan yang Bisa Terbang selain Burung

FLYING FROG
http://hermawayne.blogspot.com
Katak terbang mempunyai kaki berselaput dan penutup kulit yang memungkinkan untuk bergerak secara aerodinamis melalui pohon-pohon di hutan. Bahkan katak terbang menghabiskan seluruh keberadaan mereka di pohon-pohon, hanya turun untuk kawin dan bertelur. Katak terbang menyamarkan diri di daun lingkungan mereka, meminimalkan ancaman predator, dan memungkinkan mereka untuk berburu serangga.

FLYING FISH
http://hermawayne.blogspot.com
Ditemukan di semua samudra, ikan terbang menggunakan sirip dada besar mereka untuk meluncur 50 meter di atas air ketika terancam oleh predator. Untuk mencapai udara, ikan terbang akan mengepakkan ekor mereka 70 kali per detik. Ekor ini juga digunakan untuk menekan air untuk memungkinkan ikan ini meluncur beberapa saat di udara sebelum turun ke laut. Ikan terbang dapat lebih lama melayang di udara dengan meluncur mengikuti arus udara dan laut yang kuat.

GLIDING LIZARD
http://hermawayne.blogspot.com
Kadal ini seperti makhluk naga yang legendaris, hanya saja ia tidak menyemburkan api. Hewan ini mempunyai panjang hanya 9 cm, dengan ekor lebih panjang dari tubuhnya. Kadal ini menggunakan penutup kulit di bawah lengannya yang memungkinkan untuk melayang dari puncak pohon ke puncak pohon lainnya. Makanannya adalah serangga. Hidupnya selalu di atas pohon, hanya ketika sudah menemukan pasangan saja, kadal ini meluncur turun ke dasar hutan untuk meletakkan telur-telurnya.

GLIDING ANT
http://hermawayne.blogspot.com
Semut ini sangat bergantung dari kecepatan angin dan udara untuk dapat melayang. Namun mereka juga mampu menavigasi dengan baik dan dapat mengatur ke arah mana mereka akan melayang dan mendarat.

SQUIRREL GLIDER
http://hermawayne.blogspot.com
Dianggap punah sejak tahun 1939, hanya saja baru-baru ini baru dikonfirmasikan bahwa tupai peluncur masih hidup, tinggal di hutan kering Selatan, Australia Timur. Tupai peluncur adalah poligami marsupial yang memakan buah-buahan dan kacang-kacangan, dan bersembunyi dari rubah dan burung hantu.

FLYING SQUID
http://hermawayne.blogspot.com
Ketika melarikan diri dari predator, cumi melompat terbang dari laut dan bisa tetap melayang di udara hingga beberapa meter. Untuk mencapai udara, cumi akan meniup keluar air untuk membawanya keluar dari laut. Karena itu, cumi ini dianggap hewan jet yang memiliki kemampuan mendorong seperti jet. Sirip kecilnya dapat membantu untuk memberikan keseimbangan selama meluncur.

FLYING SNAKE
http://hermawayne.blogspot.com
Tanpa sayap, sirip, atau anggota badan, ular terbang ini mampu pindah dari satu pohon ke pohon lainnya dengan melompat dan melayang. Jadi ketika di pohon, ular terbang ini bergerak ke ujung cabang. Di sini ia mengangkat tubuhnya, mengisap dalam-dalam perut dan tulang rusuk yang menonjol keluar sehingga berbentuk cekung. Lalu ia menghentakkan ekornya, ular terbang meluncur bebas di udara untuk mencapai cabang berikutnya. Ular terbang beracun, tinggal di Asia Selatan, dan sering menikmati mangsanya yang benar-benar bisa terbang seperti burung dan kelelawar.

FLYING LEMURS
http://hermawayne.blogspot.com
Flying lemur, atau dikenal sebagai Flying lemur dari Filipina, memiliki kaki berselaput besar dan ekor kaki panjang, yang dihubungkan oleh membran pada anggota tubuh depannya. Makhluk malam ini dulu pernah diburu untuk dikonsumsi sebagai salah satu menu makanan yang lezat, tetapi baru-baru ini telah diletakkan pada daftar spesies langka.

FLYING GECKO
http://hermawayne.blogspot.com
Cicak terbang memiliki jarring-jaring dari membran yang meliputi tubuh mereka, yang memungkinkan mereka untuk melayang di udara dan melekat pada pohon sewaktu mendarat. Cicak terbang bergantung pada kamuflase untuk melindungi diri dari predator, seperti laba-laba besar.



Source: http://haxims.blogspot.com/2012/01/hewan-hewan-yang-bisa-terbang-selain.html#ixzz1ku6S0N5l 
(+editing)

Friday, January 27, 2012

5 Ikan Asin Paling Mewah dari Indonesia

Anda pecinta kuliner makanan laut terutama Ikan Asin ? sepertinya rasa cinta Anda terhadap Ikan laut mulai sekarang haruslah diwaspadai karena mengkonsumsi ikan laut secara rutin akan menyebabkan kanker. Ini bukan bermaksud menakut-nakuti agar tidak mengkonsumsi produk dalam negeri sendiri tetapi ini benar-benar himbauan dari dinas kesehatan yang telah meneliti kandungan gizi dari ikan asin.

“Ikan asin itu mengandung nitrosamin yang merupakan pencetus aktifnya virus Epstein-Barr yang merupakan penyebab utama kanker nasofaring (kanker tenggorokan atau THT),” jelas dr Budianto Komari, Sp.THT dari KSMF THT RS Kanker Dharmais, dalam acara penyuluhan ilmiah untuk awan ‘Diagnosa & Penatalaksanaan Karsinoma Nasofaring’ di RS Kanker Dharmais

Namun ada 5 Ikan Asin Paling Mewah Dari Indonesia, yaitu :

1. Ikan Teri Medan (Halus)


Price : Rp.± 70.000

Ikan teri medan yang gurih dan lezat menjadikan ikan asin ini menjadi ikan asin terfavorit diantara ikan asin lain dan menjadikan ikan ini menjadi ikan asin termahal di Indonesia.

2. Ikan Asin Cumi- Cumi

Price : Rp.± 47.500

Ikan Cumi- Cumi adalah ikan yang familyar bagi penduduk indonesia karna ikan yang terasa gurih ini juga mudah didapat, akan terasa lebih enak jika dibuat ikan asin. Dan menjadikan ikan ini menjadi Top 2 Ikan asin.

3. Ikan Teri Biasa (ITB)

Price : Rp.± 32.000

Ikan Teri, rasanya yang enak dan mudah didapat, juga gampang diolah membuat ikan ini berhasil menjadi peringkat ke 3 di nominasi ikan asin.

4. Ikan Katamba

Price : Rp.± 30.500

Ikan Ketamba, ikan yang familiar bagi beberapa orang. biasanya ikan ini mudah ditemui di pelelangan ikan (Bagian Ikan Asin). Dagingnya yang lunak juga rasanya yang enak membuat ikan ini menjadi Top 4.

5. Gurita Asin

Price : Rp.± 20.500

Gurita, hewan yang biasa ditemukan di pinggiran pantai ini ternyata dapat dijadikan ikan asin. Rasanya lumayan jika dibandingkan ikan asin yang lain.


Source

Thursday, January 26, 2012

10 Binatang yang Dinyatakan Punah, Namun Ditemukan Kembali Masih Hidup

Satu spesies Lazarus atau takson yang telah dianggap punah, benar benar ditemukan kembali dalam keadaan hidup. Ikan Coelecanth ini mungkin contoh spesies yang paling terkenal yang telah dinggap punah namun ternyata ditemukan masih ada, Tapi daftar ini akan menampilkan urutan yang lebih baru tentang spesies - spesies yang dianggap sudah punah namun masih ada dan hidup.
Dalam daftar yang disusun listverse ini mencakup spesies dari golongan mamalia, burung, ampibi dan juga reptil.

1.Gagak Banggai
Corvus unicolor
Tidak tercatat sejak 1885
Ditemukan kembali: 2007 (dikonfirmasi 2009)
Status terkini: sangat terancam punah

Sekali lagi, makhluk ini dikenal para ilmuwan hanya dengan beberapa spesimen yang diambil dari sebuah pulau tak dikenal di kepulauan Banggai Indonesia, sekitar tahun 1880-an. Tidak ada bukti bahwa burung telah terus bertahan hidup setelah itu.
Penampakan belum dikonfirmasi pada tahun 1991 tidak menyebabkan sesuatu yang lebih konklusif meskipun laporan bahwa burung-burung itu terlihat di Pulau Peleng terus berlanjut.
Selama survei di sana pada tahun 2007 bulan agustus,ornithologist dari Indonesia Mochamad Indrawan menangkap dan memfoto burung ini, tetapi konfirmasi bahwa hewan ini benar-benar adalah Gagak Banggai baru ada pada 2009 ketika Pamela C Rasmussen dari American Museum of Natural History menganalisis penemuan terbaru dan membandingkannya dengan spesimen yang ada di museum .
Populasi saat ini diperkirakan tinggal sekitar 500 individu dan Mochamad Indrawan sekarang terlibat usaha menjaga dan melindungi spesies ini yang sering diburu dan dikonsumsi oleh penduduk setempat.

2. New Zealand Storm Petrel
Oceanites maorianus
Dianggap punah: 1850
Ditemukan kembali: 2003
Status terkini: sangat terancam punah

Burung laut yang kecil ini, mirip dengan hewan lain di daftar ini, hanya pernah diketahui para ilmuwan oleh sejumlah kecil spesimen. dianggap punah sejak 1850-an.
Penemuan kembali menjadi menarik karena menunjukkan bahwa satu foto ambigu dapat menyebabkan hasil yang lebih menjanjikan.
Pada awal tahun 2003 beberapa foto diambil dari Semenanjung Coromandel Selandia Baru Pulau Utara, dan ini diikuti pada akhir tahun dengan foto-foto berkualitas baik dan video dari sekitar 10 burung di Teluk Hauraki.
Spesimen hidup ditangkap di daerah itu sekitar dua tahun kemudian, dan mereka masih terlihat dari waktu ke waktu di sana.Populasi saat ini tidak diketahui dan para ilmuwan belum menemukan lokasi penangkaran burung.

3. Terror Skink
Phoboscincus bocourti
Tidak tercatat sejak tahun 1870-an
Ditemukan kembali: 2003
Status terkini: Terancam

Sedikit yang diketahui mengenai hewan ini sampai satu dekade lalu, dikenal para ilmuwan dari hanya satu spesimen yang ditemukan pada tahun 1876. Kedua hal ini spesimen dan yang ditemukan baru-baru ini terletak di Ile de Pin di Kaledonia Baru.
Pada tahun 2003, sebuah spesimen hidup ditemukan oleh Ivan Ineich dari Museum nasional d'Histoire Naturelle, Paris.
Makhluk itu difilmkan dan difoto sebelum dibebaskan, dan individu yang lebih lanjut ditemukan oleh Ineich di pulau tak berpenghuni di tahun 2005.
Populasi saat ini tidak diketahui tetapi diperkirakan kurang dari 250 individu dan dianggap terancam punah karena walaupun tidak ada ancaman manusia, pulau ini rentan terhadap kebakaran liar dan tsunami.

4. Kadal Raksasa La Palma
Gallotia auaritae
Dianggap Punah : 500 tahun yang lalu
Ditemukan kembali: 2007
Status terkini: sangat terancam punah

Para ilmuwan tampaknya tidak mampu memilih tanggal yang tepat untuk kepunahan makhluk ini tapi mereka setuju bahwa penurunan reptil ini mulai di sekitar waktu manusia mulai menghuni Kepulauan Canary.
Sekali lagi, tikus memainkan peran mereka dalam mengurangi hewan dalam populasi, seperti halnya konsumsi manusia dan hilangnya habitat.
Hewan ini diyakini telah punah sekitar 500 tahun yang lalu. namun ditemukan kembali pada tahun 2007 ketika Luis Enrique Minguez, seorang peneliti di lembaga satwa liar IREC memotret makhluk ini saat merangkak naik. Penelitian lebih lanjut menyimpulkan ini adalah Kadal Raksasa la palma.
Menariknya, dua lainnya diduga reptil punah ditemukan kembali juga di Kepulauan Canary, Kadal Raksasa El Hierro di tahun 1974 dan Kadal Raksasa La Gomera di tahun 1996.

5. Cuban Solenodon
Solenodon cubanus
Terakhir dilihat: 1890
Resmi dinyatakan punah: 1970
Ditemukan kembali: 2003
Status terkini: Terancam

Pada tahun 2003 seekor Cuban Solenedon ditangkap, difilmkan, dipelajari selama dua hari dan dilepaskan kembali ke alam liar, tetapi sebelumnya diberi nama Alejandrito.
Alejandrito hanyalah Cuban Solenedon ke-37 yang telah dicatat.
Makhluk kecil berbisa ini endemik Kuba dan pada awalnya ditemukan oleh naturalis Jerman Wilhelm Peters pada 1861, tidak ada spesimen telah ditemukan sejak tahun 1890 dan makhluk itu dikhawatirkan punah tahun 1970. 3 spesimen ditemukan di 1974/75 tetapi hanya ada sedikit informasi tentang spesimen-spesimen ini dan tidak ada penampakan lagi sampai 2003.
Tidak ada spesimen hidup lebih lanjut telah ditemukan sejak tahun 2003, tapi satu spesimen yang mati ditemukan pada tahun 2005.

6.Tikus Pinus Bavaria
Microtus bavaricus
Dianggap punah: tahun 1962
Ditemukan kembali: 2000/2001
Status terkini: sangat terancam punah

Penemuan kembali tikus kecil ini , di daerah Alpen Bavaria, Austria dan Italia, yang menarik karena menunjukkan berapa lama kadang-kadang untuk makhluk yang sebelumnya dianggap punah untuk diakui sebagai ada.
Mamalia ini terakhir tercatat pada tahun 1962 di Garmisch-Partenkirchen, Bavaria, yang pada waktu itu diketahui sebagai satu-satunya lokasi tikus berdomisili. Dikhawatirkan punah pada 1980-an ketika padang rumput terakhir yang dihuni dibangun aspal di atasnya.
Namun, populasi hewan itu ditemukan di Tyrol Austria di tahun 1976-1977, tetapi belum dikonfirmasi sebagai spesies Bavaria voles Pine sampai tahun 2000.
Kebetulan, tahun berikutnya, Frederike Spitzenberger, seorang ilmuwan penelitian Wina, menemukan spesimen hidup dalam perangkap dan tes DNA lebih lanjut membuktikan bahwa makhluk ini memang tikus pinus Bavaria.
Populasi tikus ini kini terus menurun dan kurang dari 50 individu telah dikumpulkan. Hewan ini dianggap punah secara lokal di Jerman dan hanya ditemukan di satu lokasi di Pegunungan Rofan, Utara Tyrol, Austria.

7. Painted Frog
Atelopus ebenoides
Dianggap punah : tahun 1995
Ditemukan kembali : 2006
Status terkini : sangat terancam punah

Asli hanya ada Kolombia, amfibi ini, sebelum penemuan kembali, terakhir terlihat pada tahun 1995 dan diduga telah menjadi korban dari penyakit jamur Chytridiomycosis yang telah memberikan kontribusi terhadap penurunan populasi global di hampir semua spesies amfibi.
Upaya untuk menemukan spesies ini terbukti sia-sia sampai Mei 2006, ketika ditemukan oleh Profesor Carlos Rocha dan tim peneliti dari Universitas Pedagogi dan Teknologi dari Kolombia.
Penemuan kembali ini memberikan harapan bagi para ilmuwan bahwa beberapa amfibi sedang mengembangkan adaptasi resistensi terhadap penyakit jamur itu.

8. Kokanee Hitam
Oncorhynchus nerka kawamurae
Dianggap punah :Tahun 1940
Ditemukan kembali : 2010
Status terkini : Informasi terbatas

Ini ikan Jepang, subspesies salmon, dianggap telah punah pada tahun 1940 ketika hanya penduduk pribumi membuat proyek listrik hidro di Danau Tazawa tempat habitat asli ikan ini, sehinga air danau menjadi asam
Meskipun usaha pemindahan telur ikan pernah dilakukan ke Danau Saiko sekitar 300 mil jauhnya, ini dianggap telah gagal sampai tahun 2010 ketika ilmuwan Tetsuji Nakabo dan tim peneliti di Kyoto University menemukan spesimen hidup di Danau Saiko.

9. Lord Howe Stick Insect
Dryococelus australis
Pemikiran punah : 1930
Ditemukan kembali : 2001
Status terkini : sangat terancam punah

Ini adalah serangga tongkat besar dijuluki "serangga paling langka di dunia" pada penemuan kembali , hanya 30 individu yang ditemukan. Mereka ditemukan kembali di salah satu pulau kecil tak berpenghuni yang disebut Bola Piramida dalam kepulauan Lord Howe.
Serangga bersayap berukuran raksasa ini dulu sangat banyak dijumpai di kepulauan ini, namun populasinya menurun, setelah tikus mendarat bersama kapal pasokan SS makambo yang kandas di sana. Sehingga serangga-serangga ini menjadi makanan utama para tikus yang mulai meraja lela.
Harapan bahwa spesies binatang itu ada yang selamat dalam kepunahan kembali ada, ketika spesimen yang baru sajaa mati ditemukan oleh pendaki pada tahun 1960.
Spesimen hidup ditemukan pada Februari 2001. Saat ini ada sekitar 450 spesies yang diketahui masih hidup, beberapa dikembalikan ke habitat asli mereka Lord Howe Island.
Ada juga rencana untuk membasmi populasi tikus untuk memberikan kesempatan serangga raksasa ini untuk berkembang biak.

10. Burung Pelatuk Paruh Gading
Campephilus principalis
Dianggap Punah : di Circa 1944
Status saat ini : Unknown

Sejauh ini bukti keberadaannya belum begitu meyakinkan dan tidak ada spesimen , baik hidup atau mati, telah ditangkap. IUCN mendaftar burung ini dalam status terancam punah tetapi American Birding Association menggambarkan burung ini kemungkinan punah.
Bukti konklusif terakhir tercatat keberadaan burung di Amerika Serikat itu pada tahun 1944, tapi itu terlihat di Kuba akhir 1987.
Sejak 1990-an ada banyak ekspedisi ke bayous Louisiana di mana burung tinggal, sementara rekaman suara dan video telah dibuat, ini masih dianggap tidak meyakinkan, . Sementara beberapa ilmuwan percaya burung masih hidup, tanpa bukti status burung pelatuk berparuh gading masih merupakan misteri.


Source: http://haxims.blogspot.com/2012/01/10-binatang-yang-dinyatakan-punah-namun.html#ixzz1kc8nRlgC

Sunday, January 22, 2012

6 Hewan Langka Indonesia yang Mirip dengan Hewan Mitologi

Hewan mitologi atau hewan legenda yang biasanya hanya kita dengar dari dongeng-dongeng ternyata ada di Indonesia setidaknya mirip dengan hewan mitologi yang dimaksud. Mau tahu hewan atau binatang apa saja itu?.. Berikut saya akan memuat list hewan Indonesia yang mirip dengan hewan mitologi:

1. Burung Cendrawasih dengan Burung Phoenix


Burung Cendrawasih yang bisa ditemukan di Papua, Indonesia ini sering dijuluki dengan bird of paradise atau phoenix bird. Burung ini memang memiliki bentuk dan warnanya yang unik sekilas mirip dengan hewan mitologi Phoenix. Tentu saja bulu-bulu Cendrawasih bukan dari api seperti Phoenix. Walaupun begitu Cendrawasih adalah burung yang sangat indah bentuknya. Burung ini dikenal karena bulu yang sangat memanjang dengan warna merah atau kuning yang indah.

* Phoenix dalam mitologi dari Mesir kuno adalah burung api keramat. Phoenix membakar dirinya sendiri oleh api dan dilahirkan kembali dari api. Biasanya digambarkan mempunyai bulu emas dan merah.

2. Komodo dengan Naga

Pada awal abad 19 di Eropa tersiar kabar tentang adanya naga raksasa yang hidup di kepulauan Indonesia. Para pelaut militer Belanda waktu itu pernah memberi laporan bahwa makhluk tersebut kemungkinan berukuran sampai tujuh meter panjangnya, dengan tubuh raksasa dan mulut yang senantiasa menyemburkan api. Kolonial Belanda kemudian mengirim satu regu tentara terlatih, dan mendarat di pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Ternyata mereka menemukan Komodo. Komodo mirip naga-naga pada lukisan zaman abad pertengahan. Hal yang membedakan Komodo dari naga, ialah Komodo tidak menyemburkan lidah api.

*Dragon atau naga adalah hewan dengan ukuran yang besar. Mereka berbentuk reptil dan nafasnya dapat menyemburkan api.

3. Tarsier dengan Gremlin


Di pulau Sulawesi, ditemukan suatu tarsier kerdil yang masih hidup, salah satu primata yang paling langka dan paling kecil di dunia. Binatang ini memiliki mata dan telinga besar yang mirip dengan binatang Gremlin. Pygmy tarsier berukuran kecil dengan bobot hanya 50 gram. Hewan ini hidup di atas pohon dan banyak melakukan aktivitasnya di malam hari.

* Gremlin adalah tokoh monster bertubuh kecil dan berwarna hijau. Gremlin sangat mengganggu dan mengkonsumsi energi listrik. Menurut dongeng orang-orang Inggris, Gremlin suka merusak mesin pesawat.

4. Dugong dengan Duyung


Pernah dengar cerita pelaut yang pernah melihat duyung?.. Kemungkinan duyung itu adalah mamalia air yang dikenal sebagai dugong. Mamalia ini bisa ditemukan di perairan dangkal perairan Indonesia terutama kawasan timur. Dugong ini memang tidak memiliki badan manusia. Dugong adalah mamalia laut pemakan tumbuhan.
* Puteri duyung adalah makhluk air yang memiliki kepala dan tubuh layaknya seorang perempuan dan ekor menyerupai ikan.

5. Badak bercula satu dengan Unicorn


Marcopolo pada abad 13 dalam tulisannya pernah melihat Unicorn berwarna hitam di kepulauan Indonesia. Ternyata yang ditemukan Marco Polo itu bukannya unicorn, melainkan badak. Di Ujung Kulon terdapat Badak bercula satu seperti halnya Unicorn yang memiliki satu tanduk di kepalanya. Badak Jawa merupakan binatang terbesar di Jawa. Beratnya bisa mencapai 1,5 ton.

* Unicorn merupakan kuda dengan tanduk yang panjang di kepalanya.

6. Bekantan dengan Tengu


Orang-orang Jepang yang melihat Bekantan menyebutkan bahwa hewan ini mirip dengan tengu, makhluk mitologi yang dikenal di Jepang. Kera Bekantan merupakan kera yang memiliki hidung yang panjang berbeda dengan kera pada umumnya. Karena Hidung panjangnya ini, orang Jepang menyebutnya sebagai monyet Tengu. Bedanya Bekantan tidak memiliki sayap seperti Tengu. Bekantan bisa ditemukan di Pulau Kalimantan.
*Tengu adalah makhluk mitologi Jepang. Tengu memiliki wajah merah dan hidung yang luar biasa panjang. Tengu juga memiliki sepasang sayap, serta kuku kaki dan tangan yang sangat panjang.

Hewan-hewan Indonesia yang disebutkan tadi memang bukanlah hewan mitologi, mereka benar-benar ada tetapi hewan-hewan tersebut kini terancam kepunahan. Kalau mereka punah, mereka akan benar-benar menjadi hewan mitologi yang hanya akan jadi dongengan untuk anak cucu kita di masa depan. Kita bangsa Indonesia wajib menjaganya dari kepunahan.